Economic and Social Warfare

Stabilitas Politik sebagai Prediktor Pertumbuhan Ekonomi: Tinjauan Krisis Domestik di Tiga Negara ASEAN

Penulis
Penulis
OlehFabian Adam, Fahreza Adi Prabowo
Stabilitas Politik sebagai Prediktor Pertumbuhan Ekonomi: Tinjauan Krisis Domestik di Tiga Negara ASEAN

Asia merupakan wilayah dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia, pada tahun 2024 sekitar 60% pertumbuhan ekonomi dunia berasal dari Asia. Besarnya pertumbuhan ekonomi Asia dipengaruhi berbagai hal, seperti liberalisasi perdagangan dan integrasi rantai suplai global. Meskipun demikian, terdapat banyak tantangan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, seperti ancaman tarif oleh Amerika Serikat (AS) dan melambatnya pertumbuhan ekonomi global (Helbling et al., 2025). Selain tantangan tersebut, terdapat juga permasalahan domestik yang dihadapi negara-negara di Asia Tenggara. Indonesia, Filipina, dan Thailand merupakan beberapa negara yang mengalami demonstrasi besar tahun ini dan mempengaruhi kestabilan politik mereka


Demonstrasi di Indonesia terjadi karena berbagai faktor, seperti besarnya tunjangan untuk anggota parlemen, adanya pemotongan anggaran negara di berbagai sektor, dan berbagai aksi korupsi yang dilakukan pejabat publik. Demonstrasi menjadi semakin besar ketika seorang pengemudi ojek daring tewas karena ditabrak polisi. Demonstrasi ini disorot berbagai aktor internasional, seperti Amnesty International yang mengutuk brutalitas polisi dan mendorong reformasi dalam kepolisian (Amnesty International Indonesia, 2025) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mendorong investigasi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) secara adil dan transparan (Shamdasani, 2025).


Demonstrasi di Thailand terjadi karena bocornya panggilan suara antara Paetongtarn Shinawatra sebagai Perdana Menteri (PM) Thailand dan Hun Sen sebagai mantan Pemimpin Kamboja. Dalam panggilan ini PM Thailand menyatakan bahwa “komandan militer mereka hanya ingin terlihat keren dan melakukan hal yang tidak berguna” dalam mengatasi sengketa perbatasan antara Kamboja dan Thailand. Pernyataan tersebut membuat Rakyat Thailand melakukan demonstrasi besar-besaran dengan tujuan melengserkan Shinawatra dari jabatan PM (BBC News, 2025).


Berbeda dengan demonstrasi di negara tetangga, demonstrasi Filipina diorganisir oleh Iglesia ni Cristo (INC) yang merupakan salah satu gereja Kristen di Filipina. INC berhasil menghadirkan sekitar dua juta orang dalam aksi yang disebut sebagai National Rally for Peace. Juru bicara INC menyebut aksi ini tidak bersifat politis dan untuk mendukung posisi Presiden Marcos yang menolak pemakzulan Sara Duterte dari jabatan Wakil Presiden. Aksi ini secara tidak langsung menyatakan bahwa INC merupakan salah satu kekuatan politik besar di Filipina yang harus dipertimbangkan dalam politik (Cabalza, 2025).


Berbagai demonstrasi dan ketidakstabilan politik yang ketiga negara alami dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi secara negatif. Hussain (2014) menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi dan kestabilan politik memiliki korelasi yang signifikan. Ketidakstabilan politik dapat mengurangi investasi dan pembangunan ekonomi suatu negara yang dapat menyebabkan keresahan politik hingga runtuhnya pemerintahan. Pernyataan tersebut terbukti ketika investasi dan masuknya turis berkurang ke negara dengan demonstrasi besar, contohnya adalah Indonesia.

Indonesia

Pada tahun 2024, Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia, menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2%. Pertumbuhan ini diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas harga berlaku mencapai Rp22.138,0 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp78,6 juta atau USD4.960,3 (Kementerian Keuangan Republik Indonesia, 2025). Namun, berdasarkan Laporan Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 mencatat bahwa ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen, melambat dibandingkan capaian tahun 2023, sebesar 5,04 persen (Badan Pusat Statistik, 2025).


Pada triwulan pertama tahun 2025, Indonesia juga dihadapkan pada kondisi ketidakstabilan politik. Ketegangan kian mencuat di media sosial. Tagar #IndonesiaGelap menyebar luas bukan hanya sebagai bentuk kritis atas kondisi demokrasi, tetapi juga sebagai ungkapan frustasi atas tekanan ekonomi yang semakin berat. Daya beli menurun, kebutuhan pokok naik, dan banyak orang yang merasa jauh dari rasa aman, baik secara ekonomi maupun politik.


Akibat dari ketidakstabilan politik ini, berdampak pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan drastis pada pertengahan bulan Maret 2025 sebesar 6,12 persen, menurun hingga level 6.076,08. Penurunan IHSG mencerminkan kondisi pasar modal yang kurang stabil, dan juga dapat berdampak pada perekonomian secara keseluruhan, seperti berkurangnya pendapatan negara, hambatan dalam pendanaan proyek infrastruktur, ketergantungan pada hutang luar negeri, dan pengurangan belanja pada sektor non-prioritas (DJPb, 2025).

Thailand

Thailand menjadi salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi. Dikutip dari laman CNBC Indonesia, ekonomi Thailand sedang tidak baik-baik saja. Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh lebih rendah daripada yang diharapkan dari prospek tahun lalu. Kondisi ini juga diperkuat dengan adanya kekhawatiran pada tarif resiprokal Presiden Donald Trump. Selain itu, kondisi ini juga disebabkan oleh menurunnya pemanfaatan kapasitas industri hingga membengkaknya kebutuhan rumah tangga (CNBC Indonesia, 2024).


Kondisi ini juga diperparah dengan adanya ketegangan militer yang terjadi di perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Pada pertengahan Mei-Juni 2025, konflik Thailand dan Kamboja mulai berada pada fase yang cukup menegangkan. Kedua negara ini saling berkonflik di kawasan perbatasan Segitiga Zamrud yang disengketakan, yang menghubungkan antara Thailand, Kamboja, dan Laos. Akibatnya, kedua negara saling melakukan pembatasan dalam hal ekspor-impor komoditas yang selama ini menunjang perekonomian dari kedua negara (Tempo, 2025). Sektor pariwisata juga mengalami penurunan secara drastis. Kondisi konflik membuat masyarakat merasa takut dan mengurungkan niatnya untuk berwisata. Distribusi kebutuhan masyarakat akan makanan pokok juga mengalami gangguan akibat konflik antara dua negara ini.


Filipina

Filipina merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan PDB terbesar di Asia Tenggara, pada tahun 2024 mereka berhasil menempati posisi ketiga dalam pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tertinggi di Asia Tenggara. Besarnya pertumbuhan PDB dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya adalah peningkatan ekspansi internasional bisnis Filipina, seperti Restoran Jollibee yang menjadi restoran terbesar ke-10 di dunia. Terdapat juga usaha Presiden Filipina untuk membangun ekonomi Filipina dengan berbagai cara, seperti menarik investasi luar negeri ke Filipina, membentuk proyek infrastruktur besar, dan meningkatkan investasi ke sektor pendidikan Filipina. Berbagai usaha Filipina membuat mereka dapat bertahan dari menurunnya pertumbuhan ekonomi global. Asian Development Bank (ADB) berharap Filipina “tetap menjadi titik terang di Asia Tenggara” pada tahun 2025 dan 2026 dengan permintaan domestik yang kuat dan investasi publik yang berkelanjutan (New Zealand Foreign Affairs & Trade, 2025).


Walau begitu pertumbuhan ekonomi mereka terpengaruh oleh ketidakstabilan baik dalam domestik maupun internasional. Pada bulan Juni Pemerintah Filipina mengumumkan bahwa mereka akan mengurangi target pertumbuhan PDB 2025 dari 6-8% menjadi 5.5-6.5%. Menurunnya target PDB dikarenakan ketidakpastian global yang meningkat, terutama karena tarif AS dan ketegangan di Timur Tengah. Walau begitu Filipina tetap berhasil mencetak pertumbuhan PDB sebesar 5.4% di kuartal pertama 2025 (Flores & Lema, 2025). Filipina juga berhasil mencapai pertumbuhan PDB sebesar 5.5% pada kuartal kedua 2025. Pertumbuhan ini menurun dari 6.5% di kuartal kedua 2024 (Gonzales, 2025). Aliansi 30 grup bisnis di Filipina juga mendorong aksi pemberantasan korupsi yang terjadi secara masif di Filipina. Audit internal Filipina menemukan bahwa mereka mendapatkan kerugian sebesar 9.63 miliar USD dari program kontrol banjir yang dilaksanakan semenjak tahun 2022. Sekretaris keuangan Filipina juga menyatakan bahwa mereka kehilangan dana antara 741 juta sampai 2.07 miliar USD dalam proyek tersebut (Strangio, 2025). Terdapat rencana demonstrasi yang akan dilaksanakan pemuda Filipina pada tanggal 15 dan 21 September nanti. Tujuan utama demonstrasi ini adalah mendorong investigasi dan pemberian hukuman kepada pelaku korupsi. Demonstrasi diharapkan dapat berjalan dengan damai, namun terdapat beberapa demonstran yang melakukan vandalisme (Hilotin, 2025). Berbagai skandal korupsi besar dan demonstrasi tersebut dapat memperlambat atau bahkan menurunkan ekonomi Filipina secara keseluruhan. Masalah tersebut juga diperparah dengan adanya demonstrasi besar di Indonesia dan Nepal yang berada dalam satu wilayah dengan Filipina.


Penutup


Ketidakstabilan dan kerusuhan politik yang terjadi di Thailand dan Indonesia dapat mempengaruhi stabilitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Sebagai contoh, Thailand merupakan salah satu negara yang memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata. Hal ini dibuktikan dengan data yang dikeluarkan oleh Pacific Asia Travel Association, Asia Visitor Arrival Forecasts 2014-2018, Thailand menjadi negara dengan kunjungan wisata terbanyak di Asia Tenggara pada tahun 2013 dengan angka 26,5 juta orang (Fartiannur, 2018). Melihat potensi yang dimiliki oleh Thailand, berupa kekuatannya dalam sektor pariwisata yang secara otomatis sangat bergantung pada stabilitas keamanan dan politik domestik, maka adanya konflik, seperti konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja menjadi salah satu faktor yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dari Thailand. Kondisi ini juga dapat dilihat dari adanya tren penurunan ekonomi dari kuartal IV tahun 2024 ke kuartal I tahun 2025. Pada kuartal IV 2024, ekonomi Thailand tumbuh sebesar 3,2 persen secara tahunan, sedikit lebih lambat dari yang diperkirakan (CNBC Indonesia, 2025). Hal serupa juga terjadi di Indonesia, IHSG yang mengalami penurunan secara drastis pada awal tahun 2025, yang saat itu juga sedang terjadi beberapa kerusuhan seperti kampanye #IndonesiaGelap menjadi bukti bahwa kerusuhan dan ketidakstabilan politik sebuah negara mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Referensi


Amnesty International Indonesia. (2025, August 29). Usut tuntas pembunuhan pengemudi ojol oleh anggota Brimob, harus ada pertanggung jawaban oleh Presiden dan Kapolri • Amnesty International Indonesia. Retrieved September 13, 2025, from https://www.amnesty.id/kabar-terbaru/siaran-pers/usut-tuntas-pembunuhan-pengemudi-ojol-oleh-anggota-brimob-harus-ada-pertanggung-jawaban-oleh-presiden-dan-kapolri/08/2025/


BBC News. (2025, June 29). Bangkok protests: Thousands rally to call for Thai PM Paetongtarn Shinawatra to resign. BBC News. Retrieved September 13, 2025, from https://www.bbc.com/news/articles/ceq7glqzr53o


Badan Pusat Statistik. (2025, February 5). Ekonomi Indonesia Tahun 2024 Tumbuh 5,03 Persen (C-to-C). Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2024 Tumbuh 5,02 Persen (Y-on-Y). Ekonomi Indonesia Triwulan IV-2024 Tumbuh 0,53 Persen (Q-to-Q). Badan Pusat Statistik. Retrieved September 14, 2025, from https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/02/05/2408/ekonomi-indonesia-tahun-2024-tumbuh-5-03-persen--c-to-c---ekonomi-indonesia-triwulan-iv-2024-tumbuh-5-02-persen--y-on-y---ekonomi-indonesia-triwulan-iv-2024-tumbuh-0-53-persen--q-to-q--.html


Cabalza, D. (2025, January 14). ‘Show of force’: 1.8M join INC peace rally. Inquirer.net. https://newsinfo.inquirer.net/2024354/show-of-force-1-8m-join-inc-peace-rally


CNBC Indonesia. (2024, March 5). Ekonomi Thailand Kritis, Ada Apa? CNBC Indonesia. Retrieved September 14, 2025, from https://www.cnbcindonesia.com/news/20240305120939-4-519735/ekonomi-thailand-kritis-ada-apa


DJPb. (2025, March 24). IHSG Anjlok, Apa saja Kemungkinan Dampaknya terhadap Pendapatan dan Belanja Pemerintah? DJPb. Retrieved September 14, 2025, from https://djpb.kemenkeu.go.id/kppn/jakarta6/id/data-publikasi/berita-terbaru/2912-dampak-penurunan-ihsg-terhadap-pendapatan-dan-pengeluaran-pemerintah.html


Flores, M., & Lema, K. (2025, June 26). Philippines revises medium term growth targets to reflect global uncertainties. Reuters. https://www.reuters.com/markets/asia/philippines-revises-2025-growth-target-down-55-65-2025-06-26/


Gonzales, A. L. (2025, August 7). PH economic growth picks up in Q2. Philippine News Agency. https://www.pna.gov.ph/index.php/articles/1256024


Helbling, T., Pescatori, A., & Srinivasan, K. (2025, April 24). Asia Can Boost Economic Resilience Amid Surging Trade Tensions. IMF Blog. Retrieved September 13, 2025, from https://www.imf.org/en/Blogs/Articles/2025/04/24/asia-can-boost-economic-resilience-amid-surging-trade-tensions


Hilotin, J. H. (2025, September 13). Anger against plunder: Will the Philippines follow Indonesia and Nepal? Gulf News. https://gulfnews.com/world/asia/philippines/anger-against-graft-will-the-philippines-follow-indonesia-and-nepal-1.500267308


Hussain, Z. (2014, June 1). Can political stability hurt economic growth? World Bank Blogs. Retrieved September 13, 2025, from https://blogs.worldbank.org/en/endpovertyinsouthasia/can-political-stability-hurt-economic-growth


Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2025, August 6). Menkeu Sri Mulyani: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Triwulan II 2025, Didukung Konsumsi, Investasi, dan Ekspor. Kementerian Keuangan. Retrieved September 14, 2025, from https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Ekonomi-Indonesia-Tumbuh-5,12-Triwulan-II-2025


Strangio, S. (2025, September 5). Philippine Business Groups Call For Action on ‘Excessive’ Corruption. The Diplomat. https://thediplomat.com/2025/09/philippine-business-groups-call-for-action-on-excessive-corruption/


New Zealand Foreign Affairs & Trade. (2025). Philippines Trade and Economic Update. In New Zealand Foreign Affairs & Trade. Retrieved September 13, 2025, from https://www.mfat.govt.nz/assets/Trade-General/Trade-Market-reports/Philippines-Trade-and-Economic-Update-August-2025.pdf


Shamdasani, R. (2025, September 1). Indonesia protests: Call for restraint and dialogue [Press release]. United Nations. Retrieved September 13, 2025, from https://www.ohchr.org/en/press-releases/2025/09/indonesia-protests-call-restraint-and-dialogue


Tempo. (2025, July 26). Kronologi Konflik antara Thailand dengan Kamboja Sepanjang 2025 | tempo.co. Tempo.co. Retrieved September 14, 2025, from https://www.tempo.co/internasional/kronologi-konflik-antara-thailand-dengan-kamboja-sepanjang-2025-2051279