
Politics and International Relations
Johor-Singapore Special Economic Zone (JSSEZ): Peluang dan Tantangan di Asia Tenggara
Dipublikasikan pada 28 April 2025
Pada 7 Januari lalu, Perdana Menteri Malaysia dan Singapura bertemu untuk membicarakan pembentukan kerja sama antar negara. Pertemuan ini membuahkan pembentukan Johor Singapore Special Economic Zone (JSSEZ). JSSEZ ditujukan untuk meningkatkan perdagangan antar negara dan menarik investasi global. Tujuan ini didukung dengan Johor yang merupakan wilayah dengan populasi terbesar kedua di Malaysia dan menjadi tujuan turis karena adanya berbagai tempat wisata, seperti Legoland, Kebun Binatang Johor, dan Desaru.
Terdapat beberapa insentif yang diberikan JSSEZ untuk menarik investor, yaitu:
- Tarif pajak spesial sebesar 5% hingga 15 tahun bagi perusahaan yang berinvestasi di sektor pertumbuhan tinggi dan penambahan nilai tinggi dalam JSSEZ.
- Tarif pajak penghasilan pribadi sebesar 15% hingga 10 tahun untuk pekerja berpengetahuan sesuai dengan ketentuan JSSEZ.
- Dikuranginya pajak hiburan untuk meningkatkan turisme dan investasi yang berkaitan di JSSEZ.
- Peningkatan sistem transportasi dengan pembentukan berbagai infrastruktur, contohnya adalah Johor-Singapore Rapid Transit System Link.
- Penyeberangan perbatasan yang tidak perlu memakai paspor dan hanya memakai kode QR (Tan et al., 2025).
JSSEZ diproyeksikan dapat mengakses ketersediaan lahan serta sumber daya manusia di Johor yang nantinya akan digabungkan dengan kemampuan finansial, logistik, dan teknologi yang dimiliki Singapura. Menteri Ekonomi Malaysia menargetkan 50 proyek investasi di lima tahun pertama dibentuknya SEZ, dari 50 proyek tersebut diperkirakan terbentuk 20.000 pekerjaan baru nantinya. ASEAN juga diundang untuk berkolaborasi dalam investasi di SEZ (Algo Research, 2025).
Walau pembentukan JSSEZ dianggap akan menguntungkan Singapura dan Malaysia, terdapat beberapa pihak yang kontra dengan adanya JSSEZ. Terdapat akademisi yang menyatakan bahwa JSSEZ dapat memperbesar pengaruh politik Singapura di Johor. JSSEZ disebut juga akan membuat wilayah lain sulit mendapatkan investasi karena besarnya hak khusus di JSSEZ yang tidak bisa didapatkan di wilayah Malaysia yang lain, dalam jangka panjang hal ini dapat memperbesar ketimpangan ekonomi antar wilayah.
Terdapat juga ancaman terulangnya masalah Forest City yang gagal terpenuhi. Forest City merupakan proyek perumahan di Johor yang dipimpin perusahaan Cina dengan target pembangunan tempat tinggal bagi 700.000 orang. Proyek ini gagal dan saat ini diberikan julukan kota hantu (Walker, 2025). Beberapa pihak di Indonesia juga takut akan berkurangnya investasi ke Batam karena adanya JSSEZ. Namun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Indonesia tidak bisa melarang negara lain untuk mengikuti cara Indonesia dalam membangun zona ekonomi khusus di Batam, Indonesia sekarang harus bisa bersaing dengan munculnya JSSEZ (Kasim, 2025).
Referensi
Algo Research. (2025, January 21). Malaysia & Singapore formed special economic zone. Algo Research. https://algoresearch.id/insight/content/2025/01/21/malaysia-singapore-formed special-economic-zone
Kasim, A. R. (2025, January 17). Airlangga Hartarto Tentang SEZ Singapura - Johor: Kita Bersaing Saja. RRI. Retrieved April 28, 2025, from https://www.rri.co.id/kepulauan riau/investasi/1261910/airlangga-hartarto-tentang-sez-singapura-johor-kita-bersaing-saja
Tan, B., Fong, J., & Goh, E. H. (2025, April 8). Singapore and Malaysia officially launch the Johor-Singapore Special Economic Zone | Perspectives | Reed Smith LLP. ReedSmith. Retrieved April 28, 2025, from https://www.reedsmith.com/en/perspectives/2025/04/singapore-and-malaysia-officially-launch-the-johorsingapore-special
Walker, T. (2025, January 15). Malaysia, Singapore deepen ties with new economic zone. dw.com. https://www.dw.com/en/malaysia-singapore-deepen-ties-with-new-economic-zone/a 71285546